Perbedaan Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, dan Pasar Tunai di BEI

Dalam bertaransaksi saham melalui perusahaan efek akan dihadapi 2 jenis transaksi yaitu Regular dan Cash namun sebenarnya ada tiga jenis transaksi saham yaitu kode NG (Negosiasi), RB (Regular ), dan TN (Tunai) di dalamnya. Ketiga kode ini berhubungan dengan tiga jenis pasar sekunder dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi lokasi perdagangan saham setelah suatu emiten melewati masa Initial Public Offering (IPO). NG merupakan simbol untuk pasar negosiasi (Negotiated Board), RB merupakan simbol untuk pasar reguler (Regular Board), sedangkan TN adalah simbol pasar tunai (Cash Market).

Pasar sekunder atau dikenal dengan istilah secondary market adalah pasar keuangan yang digunakan untuk memperdagangkan sekuriti yang telah diterbitkan dalam penawaran umum perdana. Arti lain dari “pasar sekunder” ialah pasar perdagangan barang-barang bekas. Pasar yang terbentuk sesaat setelah penawaran umum perdana seringkali disebut sebagai aftermarket. Pada saat suatu saham terdaftar di suatu bursa efek maka investor dan spekulan dapat dengan mudah melakukan transaksi perdagangan di bursa tersebut.

Pada Pasar Sekunder investor berhak memindahkan atau memperjual belikan saham secara bebas namun masih dalam pengawan bursa. Transaksi dalam bursa tersebut terbagi dalam 3 jenis pasar bursa sebagaimana disebutkan diatas.

Penjelasan mengenai pasar negosiasi, pasar reguler, dan pasar tunai, yang harus diketahui oleh semua investor.

Pasar Reguler

Pasar reguler adalah setelah suatu emiten sukses melepas sahamnya melantai di bursa efek Indonesia dalam sesi IPO, maka sahamnya akan diperdagangkan oleh semua investor secara publik di pasar reguler melalui mekanisme jual-beli yang transparan. Pasar reguler dibuka dalam dua sesi setiap hari kerja, dan sepanjang itu pulalah harga saham dapat mengalami perubahan, sesuai dengan mekanisme jual-beli yang terjadi secara terus menerus.

Jam perdagangan pasar reguler sama dengan jam perdagangan saham BEI yang umum diketahui oleh investor dan trader. Besar lotnya juga sama dengan ketentuan bursa, yakni 1 lot = 100 lembar saham.

Jam perdagangan pasar reguler:
Senin-Kamis
Sesi I: Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00
Sesi II: Pukul 13:30:00 s/d 15:49:59
Jumat
Sesi I: Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Sesi II: Pukul 14:00:00 s/d 15:49:59

Pasar Tunai

Pasar tunai dilakukan melalui perusahaan efek. Peraturan lot dan harga yang berlaku di pasar tunai sama dengan pasar reguler. Namun, ada perbedaan pada sistem pembayarannya dimana pasar reguler, penyelesaian transaksi dilakukan T+2 (2 hari setelah transaksi), sedangkan pembayaran untuk transaksi di pasar tunai harus dilakukan pada hari yang sama (T+0).

Biasanya, investor dan trader berpartisipasi di pasar tunai untuk menghindari kegagalan transaksi short-selling.

Ketentuan-ketentuan mengenai masing-masing jenis pasar di Bursa Efek Indonesia ini berlaku secara umum bagi klien pialang manapun. Perubahan atas peraturan ini, misalnya pergantian ketentuan T+3 di pasar reguler menjadi T+2 baru-baru ini, juga akan berlaku bagi semua investor dan trader.

Pasar Negosiasi

Pasar negosiasi memiliki mekanisme jual-beli saham tidak dilakukan lewat bursa, melainkan antara individual di bawah pemantauan bursa. Karena tawar menawar secara personal, maka jumlah saham per lot tidak harus genap 100 lembar. Naik-turun harganya pun bisa berbeda dengan ketentuan yang berlaku di pasar reguler. Hanya saja, hasil akhir transaksi di pasar negosiasi tetap harus mendapatkan persetujuan bursa.

Jam perdagangan pasar negosiasi:
Senin-Kamis
Sesi I: Pukul 09:00:00 s/d 12:00:00
Sesi II: Pukul 13:30:00 s/d 16:15:00
Jumat
Sesi I: Pukul 09:00:00 s/d 11:30:00
Sesi II: Pukul 14:00:00 s/d 16:15:00

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
%d bloggers like this: